Perikanan Terdiri dari Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya,Perikanan Tangkap terdiri dari perikanan tangkap dilaut maupun diperairan umum daratan, Perikanan budidaya merupakan hajat penting bagi hajat masyarakat pesisir,Disamping penyediaan pangan,bidang perikanan juga menyediakan lapang kerja .Manfaat tersebut sudah dirasakan oleh penduduk negara-negara berkembang,khususnya diasia dan afrika yang jumlahnya lebih dari 3,5 Milyar jiwa.Sekitar 85% dari tenaga kerja tersebut merupakan penduduk negara Asia ('' Food and Agricultural Organization'' atau FAO,2004)
sekarang ini, pemanfaatan stok ikan laut diperairan indonesia, sebagaimana umumnya dengan stok ikan laut diseluruh dunia, sudah mendekati titik jenuh. Hal ini tercermin dari ukuran ikan ikan yang tertangkap dan laju hasiltangkapan yang semakin mengecil,Berat rata rata hasil tangkapan tuna pada 1993 masih 33 kg/ekor ,pada tahun 1999 hanya 26 kg/ekor.pada tahun 1996 hook rate longline masih 1,7 % dan pada tahun 1999 hanya 0,9% dan akhir akhir ini hanya 04% (PT.Perikanan Samudra Besar)
Dilihat dari sudut ketersediaan lahan,kondisi cuaca,sumberdaya hayati dan permintaan pasar baik domestik maupun global, akuakultur merupakan masa depan perikanan indonesia. Keanekaragaman hayati yang dimiliki bangsa indonesia dan ketersediaan teknologi memungkin dihasilkanya beraneka ragam produk untuk berbagai segmen konsumen melalui akuakultur
Dengan demikian kebutuhan akan ikan penduduk indonesia pada tahun 2015 diperkirakan sebesar 10,5 juta ton atau hampir 2 kali lipat potensi lestari stok ikan laut indonesia.Untuk mengisi kesenjangan antara ketersedian dan kebutuhan akan ikan serta sekaligs menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan devisa,para ahli perikanan sependapat bahwa akuakultur harus dikembangkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar